Anak Tangga

Menaiki anak tangga itu memang melelahkan.
Itu sudah saya ketahui sejak dahulu  kala.
Ujung anak tangga itu tertutup awan.
Itu sudah saya lihat sejak dahulu kala.
Yang tidak saya tahu anak tangga ini berujung di tempat yang sama dengan awalnya.

Saat melewati anak tangga pertama, dia pun berkata.
"Kau tidak bisa melewati anak tangga ini"
Dan saya pun mengabaikannya dan terus berjalan.
"Kau tidak bisa melewati anak tangga ini"
Dia pun terus berkata dan saya pun terus melangkah.
Saya sempat berhenti di tengah awan yang menutupi tangga ini.
Prinspinya memang tidak pernah melihat ke belakang.
Dan saat anak tangga ini terlewati satu persatu. Akhirnya saya pun berada di satu anak tangga terakhir. Dan saat itulah pulau itu terlihat, melayang di atas udara. Saya yang hanya manusia biasa hanya bisa melompat untuk mencapainya.
Sesaat mencoba, dan saya pun terjatuh kembali ke tempat yang sama. Anak tangga pertama.
"Kau tidak bisa melewati anak tangga ini"
"Anak tangga ini hanya untuk pada dewa, mereka bersayap dan dapat terbang"

Baiklah, saya hanya manusia biasa dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Karena itu, tujuan baru pun ditambatkan.
Saya harus menjadi seorang dewa yang bersayap.


1 komentar:

Anjani Dewidaru | 10 Oktober 2012 pukul 03.09

anjiiir cool gi! urg kira tujuan baruna tangga lain yg berujung sama pulau di daratan.. taunya malah jadi dewa bersayap wakakaka. gaya lah maneh.. apapun itu, urg dukung, selama menurut maneh itu baik. :))