Retorika

Hey, janganlah seperti itu. Kau tahu khan apa artinya semua itu??

Ya, aku tahu, mungkin kau benar, tapi mau bagaimana lagi bukan??

Hmm, pasti ada jalan keluarnya. Kau hanya harus bersabar, aku yakinkan itu.

Hey kawan, ada saatnya kita bersabar, tapi ada saatnya kita harus melupakan itu semua sejenak. Inilah hidup.

Tidakkah kau lupakan semua sejarahmu itu, ayolah kau bukan anak kecil lagi bukan??

Justru karena hal itu aku memilih jalan ini. Itu semua karena aku melihat semua sejarah itu kawan. Aku banyak belajar darinya.

Apakah ini hasil pembelajaranmu itu?? Apa kau yakin memang ini hasilnya?? Cobalah pikirkan lagi sejenak. Waktu tak bisa berputar teman.

Hmm, apa kau tak pernah berpikir untuk berhenti berpikir kawan?? Kau selalu seperti itu.

Benarkah??
Tapi aku hanya ingin yang terbaik. Itu saja, percayalah padaku.

Ya aku juga. Karena itulah aku seperti ini. Aku sudah melihat kesalahan disini, dan aku tak mau bertambah lagi. Aku harus melakukanyya atau semua bertambah buruk.

Tak bisakah kita berdamai untuk saat ini saja??

Hmmm, benar juga, kita tidak pernah berdamai. Mungkin karena itu tubuh ini tak bisa menahan kita berdua. Mungkin kita harus melakukannya saat ini, sebelum tubuh ini hancur.

0 komentar: