Halo-hola.

Sudah lama tak berkata di dunia maya. Karena saya merasa kasian buat orang-orang yang sedang mencari bahan stalking tapi susah mencari bahannya akhir-akhir ini, maka saya pun mulai menulis lagi. Literally, mengetik lagi.

Jadi sekarang saya menulis di kantor, dibilang mumet, iya. Dibilang banyak pikiran, iya. Dibilang males ngomong, iya. Dibilang takut digosipin juga iya. Tapi akhirnya saya menulis.

10 bulan. Waktu yang sangat lama bagi seorang pengangguran, tapi sangat cepat bagi yang sedang bekerja. Itulah kenapa kita harus selalu hati-hati dengan yang namanya waktu ini.
Karena dia lah yang paling susah untuk kita tebak.
Sekali kau melupakan, dan whuuusssss, gone with the wind...
Pertanyaan yang sering dilontarkan orang-orang akhir-akhir ini adalah "Am i on the right path?"
"So i go straight to this road, or take a turn right at next intersection?"

Marilah kita membahas ini. Menurut artikel yang pernah saya baca, sebut saja Artikel Pak Dadang. Bekerja itu pada prinsipnya terbagi :
1. Bekerja karena hobi.
2. Bekerja karena tanggung jawab.
3. Bekerja karena visi.

Level yang paling rendah itu hobi dan level yang paling tinggi itu karena visi. Pertanyaan saya ke orang-orang adalah apakah anda tau visi anda. Dan saya yakin semua orang akan bilang mereka tau. Karena saya yakin hampir semua orang mempunyai bayangan beberapa ratus tahun ke depan.
Nah pertanyaan kedua dan yang paling penting.
Kenapa visi itu yang kita pilih? Apa visi itu yang paling baik untukmu?

Kita mungkin bingung antara kondisi, keinginan kita, tanggung jawab kita saat ini dan halangan-halangan yang ada. Tapi menurut saya visi itu adalah pertemuan antara agama, keinginan, kewajiban dan hak. Jika kau bisa melihat visimu dari sudut pandang itu maka visi itu sudah cukup baik bagimu. Dan yang paling menarik, kadang visi itu bukan kita yang membuat, tapi hanya diperlihatkan dan seakan-akan kita yang membuatnya.

Jadi apa visimu?

0 komentar: